Informasi Jual Beli Properti Impian

Jenis-Jenis KPR: Konvensional, Subsidi Dan Syariah

Thursday, February 14th 2019.

Demi memenuhi kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki rumah layak huni, pemerintah gencar mempromosikan program sejuta rumah.

Selain pembelian tunai, masyarakat juga bisa memiliki rumah melalui program kredit rumah murah atau dikenal dengan KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan). Selain itu ada beberapa cara alternatif lain untuk membeli rumah secara berangsur.

Program kredit perumahan murah ini bekerjasama dengan 10 Bank Nasional dan 15 Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang telah menjadi Bank Pelaksana KPR FLPP. KPR Subsidi ini diperuntukkan untuk mereka yang memiliki penghasilan maksimal Rp4 juta untuk membeli rumah tapak dan Rp7 juta untuk rumah susun.

Dengan KPR rumah murah, masyarakat bisa mendapat keleluasaan mengangsur rumah selama maksimal 20 tahun dengan suku bunga tetap sepanjang masa kredit maksimal 7,25% dan uang muka mulai 1 persen.

Harga jual yang dibanderol juga bebas dari biaya Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Cicilan KPR FLPP sudah termasuk premi asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dan asuransi kredit. Selain itu, spesifikasi rumah yang diperbolehkan adalah, luas minimal 36 meter persegi dan untuk rumah susun, berukuran 21-36 meter persegi. Untuk fisik bangunan, harus memenuhi persyaratan dari FLPP.

Penyebaran Proyek KPR Rumah Murah

Berdasarkan data yang diperoleh Rumah.com sepanjang tahun 2016, tercatat ada tujuh provinsi di Indonesia yang menyalurkan kredit perumahan murah terbanyak yakni Provinsi Jawa Barat (87.091 Unit), Banten (24.671), Kalimantan Selatan (14.430), Riau (14.204), Jawa Timur (13.469), Jawa Tengah (12.324), dan Sumatera Selatan (11.746).

Untuk tahun 2017, harga rumah subsidi telah mengalami kenaikan rata-rata lima persen dibandingkan harga jual tahun 2016. Berikut ini daftar harga jual rumah KPR murah di beberapa daerah.

  1. Jawa (Kecuali Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi): Rp123 juta
  2. Sumatera (Kecuali Kep. Riau dan Bangka Belitung: Rp123 juta
  3. Kep Riau dan Bangka Belitung: Rp129 juta
  4. Kalimantan: Rp135 juta
  5. Sulawesi: Rp129 juta
  6. Maluku, Maluku Utara, Bali dan Nusa Tenggara: Rp141 juta
  7. Papua dan Papua Barat: Rp193,5 juta
  8. Jabodetabek: Rp141 juta

Kebijakan kredit rumah murah tak hanya menguntungkan konsumen saja, tetapi juga bagi pihak developer.

Proyek kredit perumahan murah membuka peluang bisnis untuk pengembang skala kecil dan menengah. Tingginya minat masyarakat akan perumahan subsidi juga meningkatkan penjualan rumah.

Syarat Mengajukan KPR Subsidi

Program pembiayaan kredit perumahan subsidi dibuat Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan hunian tempat tinggal yang layak bagi seluruh warga Indonesia.

Agar tepat sasaran, pemberian kredit ini harus dilakukan secara selektif. Persyaratan pengajuan KPR konvensional berbeda dengan KPR Subsidi. Jika Anda ingin mengajukan KPR Subsidi, pastikan Anda memenuhi beberapa syarat berikut ini.

  • Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia.
  • Memiliki penghasilan maksimal Rp4 juta per bulan untuk rumah tapak atau Rp7 juta per bulan untuk rumah susun.
  • Belum pernah memiliki rumah dan belum pernah mendapat subsidi kepemilikan rumah dari pemerintah.
  • Telah berusia 21 tahun atau telah menikah.
  • Memiliki masa kerja atau usaha minimal satu tahun
  • Memiliki NPWP dan SPT Tahunan PPh orang pribadi sesuai perundang-undangan yang berlaku
  • Tidak mengalihtangankan rumah tersebut dalam waktu lima tahun.
  • Pastikan kelengkapan persyaratan dan dokumen agar melancarkan KPR sampai pelunasan

Setelah melengkapi persyaratan di atas, Anda bisa mencari informasi perumahan subsidi sesuai dengan lokasi yang diinginkan. Biasanya di pameran properti Anda bisa mendapat banyak informasi KPR rumah murah dari beragam pengembang.

Untuk mengajukan KPR Subsidi, pemerintah telah merilis aplikasi elektronik Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (e-FLPP). Aplikasi berbasis online ini, pemohon dapat mengajukan kredit perumahan murah dengan lebih cepat, yaitu maksimal tiga hari pelayanan.

Syarat Alih Kepemilikan Kredit Perumahan Murah

Meski demikian, rumah KPR murah, baik dalam bentuk rumah tapak atau rumah susun tidak diperuntukkan untuk aset investasi. Apabila pemilik ingin menyewakan unit atau mengalihkan kepemilikan harus berdasarkan beberapa alasan spesifik seperti berikut;

  • Pemilik meninggal dunia sehingga unit rumah menjadi milik hak waris.
  • Rumah subsidi untuk rumah tapak tersebut telah dihuni lebih dari lima tahun. Namun demikian jika hendak menjual rumah sebaiknya pemilik sudah melunasi KPR rumah murah tersebut.
  • Untuk rumah susun setidaknya telah dihuni lebih dari 20 tahun.
  • Pemilik pindah tempat tinggal akibat peningkatan sosial ekonomi.
  • Ketika kredit rumah murah mengalami penunggakan, maka untuk kepentingan bank maka bisa saja dilakukan proses eksekusi jaminan sehingga kepemilikan rumah bisa berpindah tangan.

KPR Syariah, Apa Bedanya dengan KPR Konvensional?

Ketika hendak mengajukan kredit pemilikan rumah, Anda bisa memilih jenis KPR yang sesuai dengan kebutuhan. Salah satunya ialah KPR Syariah. KPR Syariah mengadaptasi sistem jual-beli syariah yang bebas dari bunga dan riba.

Perbedaan paling jelas antara KPR syariah dan konvensional terletak di proses transaksi. Jika KPR konvensional melakukan transaksi uang maka KPR syariah bertransaksi barang (dalam hal ini rumah) dengan prinsip jual-beli (murabahah).

Dalam transaksi tersebut, bank syariah ‘seakan’ membeli rumah yang diinginkan konsumen dan menjualnya kepada konsumen tersebut dengan cara dicicil. Kredit rumah di bank syariah juga tidak mengenakan bunga, namun bank mengambil margin keuntungan dari harga jual rumah.

Misalnya, konsumen membeli rumah seharga 600 juta dan pihak bank syariah mengambil margin keuntungan Rp150 juta. Maka uang yang harus Anda cicil selama masa tenor adalah Rp750 juta, dikurangi jumlah uang muka.

Berikut ini beberapa poin yang membedakan KPR Konvensional dan KPR Syariah

KPR Konvensional

  • Syarat dan ketentuan ditetapkan bank pemberi kredit
  • Suku bunga disesuaikan dengan naik-turunnya BI rate atau kebijakan bank
  • Apabila konsumen terlambat atau menunggak pembayaran akan dikenakan sanksi berupa denda
  • Tenor berkisar 5 – 25 tahun

KPR Syariah 

  • Menggunakan prinsip akad Murabahah (jual-beli)
  • Tidak mengenal sistem bunga sehingga cicilan tetap selama masa tenor
  • Jika konsumen terlambat atau menunggak pembayaran, tidak akan didenda
  • Tenor berkisar 5 – 15 tahun

Kelebihan KPR Syariah

  1. Cicilan bersifat tetap, tidak tergantung pada suku bunga Bank Indonesia.
  2. Ketika ingin melunasi pembayaran lebih awal, bank syariah tidak akan mengenakan penalti atau denda seperti pada KPR konvensional.
  3. Dapat melakukan perencanaan keuangan bagi keluarga karena sifat cicilan yang tetap.
  4. Saat ini, uang muka lebih ringan dibanding KPR konvensional, yakni bisa hingga 10%, sedangkan pada KPR konvensional minimal 20% (15% per Agustus 2016).
  5. Proses lebih cepat dengan persyaratan yang mudah sesuai dengan prinsip syariah.

Meski proses pengajuan KPR Syariah lebih mudah dengan prinsip Islami, namun terdapat beberapa syarat dan ketentuan yang wajib dipatuhi oleh calon debitur.

  • Karyawan tetap dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun
  • Wiraswasta dengan pengalaman usaha minimal 3 tahun
  • Profesional dengan pengalaman praktek minimal 2 tahun
  • Usia minimal pada saat pembiayaan diberikan adalah 21 tahun dan maksimal usia pensiun untuk karyawan atau 65 tahun untuk wiraswasta dan profesional
  • Tidak termasuk dalam Daftar Pembiayaan Bermasalah
  • Memenuhi persyaratan sebagai pemegang polis Asuransi Jiwa

Kini ada banyak lembaga perbankan yang menawarkan produk KPR Syariah. Selain bank Muamalat, beberapa bank besar di Indonesia juga mulai membentuk lembaga perbankan syariah yang menyediakan produk KPR Syariah. Bandingkanlah program KPR yang ditawarkan setiap bank untuk mendapatkan program yang sesuai dan optima.

Sebagai contoh KPR dari Bank Syariah Mandiri, KPR BRI Syariah  dan KPR BNI Syariah.

Selain membeli rumah, pinjaman kredit KPR syariah juga bisa dimanfaatkan untuk membangun, merenovasi rumah, dan membeli tanah kavling serta rumah indent.

Salah satunya ialah KPR Griya Ib Hasanah menjadi produk KPR BNI Syariah. KPR BNI Syariah ini menawarkan promo uang muka ringan dan proses pengajuan yang relatif cepat.

 

Sumber: rumah.com

Properti Terbaru

Townhouse Murah Dekat DTC Depok

Rp. 1.105.000.000
Pancoran Mas Depok
Lt/Lb : 98 / 105
Lihat Detail »

Kontrakan Murah Pondok Petir

1.200.000.00
Pondok Petir
Lt/Lb : 300 / 218
Lihat Detail »

Rumah Mewah dalam Cluster Dekat Jal

terbaik
Rp. 3,2M
Kranji
Lt/Lb : 500 / 300
Lihat Detail »

Cluster Nuansa Maulia Cilodong

terbaik
Rp 550.000.000
Cilodong
Lt/Lb : 90 / 70
Lihat Detail »

Restoran Seafood Dijual di GDC depo

Rp. 3,7M
GDC Depok
Lt/Lb : 140 / 216
Lihat Detail »

Rumah Second Kondisi Bagus Beji

Rp. 2M
Beji
Lt/Lb : 230 / 300
Lihat Detail »

Rumah di Ujung Gedong, Jaktim

Rp. 2,2 M (nego)
Ujung Gedong - Jaktim
Lt/Lb : 366 m2 / 215 m2
Lihat Detail »

Apartemen Green Bay Pluit

terbaik
Rp 450.000.000
Pluit, Jakarta Utara
Lt/Lb : - / 18 m2
Lihat Detail »